19 Oktober 2010 - 20:30

"Kota Qom sedianya harus tercukupi kebutuhan pokoknya, Air dari Dez harus dialirkan secepatnya ke sini. Begitu juga untuk irigasi pertanian, proyek saluran air yang akan didatangkan dari Teheran harus segera dituntaskan, pabrik kerajinan tangan Qom seperti pembuatan permadani harus diberikan perhatian, peninggalan revolusi harus diplihara, dan jika para petugas dalam suatu hal ada perselisihan jangan sampai masyarakat terkena getahnya." Himbauan Rahbar di hadapan masyarakat Qom di Haram Sayyidah Maksumah kemarin (19/10).

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Republik Islam Iran, Ayatullah Al Uzdma Khamenei pada penggelan dari ceramahnya memaparkan hal-hal yang harus diperhatikan dihadapan para musuh, ini adalah kutipan bagian ketiga dari ceramah beliau. Beliau berkata bahwa dengan melihat prilaku musuh maka ada beberapahal yang perlu diperhatikan:

1.                Persatuan dan kesatuan, persatuan disini baik masyarakat harus memiliki rasa persatuan, jadi tidak cukup mengaku sebagi orang yang menjaga persatuan namun juga harus mengamalkannya.

2.                Solidaritas masayarakat harus benar-benar dijaga. Kelompok satu harus membantu kelompok lainnya, lebih-lebih badan penyelenggara pemerintahan, mereka memiliki beban tanggung jawab yang lebih besar dan cakupan yang lebih banyak. Penyepelean terhadap hal ini berefek negatif terhadap persatuan bangsa.

3.                Mempersiapkan kebutuhan keagamaan para remaja, dimana dibidang ini Hauzah Ilmiah dan para ruhaniawan dituntut peranannya.

4.                Memperkenalkan ruhaniawan (ahli agama) dengan benar dan tepat, para pemberi pencerahan bisa menunjukkan peran pentingnya sebagai seorang ruhaniawan, pada kenyataannya para marji taqlid mampu melewati medan-medan yang terjal demi memberi pencerahan pada masyarakat.

5.                Para remaja juga harus berusaha keras diberbagai bidang yang digelutu ini dan mampu memahami konspirasi yang diterapkan musuh-musuh Islam.

6.                Mengutamakan pemecahan masalah kehidupan dan masalah pekerjaan.

7.                Sebisa mungkin menjaga keridhaan masyarakat. Para pemegang kekuasaan, pimpinan dinas maupun petugas apapun jangan sampai membuat masyarakat kecewa karena pelayanan yang tidak memuaskan.

8.                Kemajuan pengetahuan berpengaruh besar dalam perkembangan dan kemajuan bangsa.

Pada kesempatan ini Rahbar juga menyinggung masalah-masalah yang ada di Qom,beliau memaparkan beberapa hal:

-          Qom adalah pencetus Revolusi, dunia internasional melihat Qom dengannilai tersendiri, ada interaksi antara Qom dengan berbagai warga negara asing dari berbagai belahan dunia, dimana semuanya memiliki sensivitas sendiri-sendiri dan selalu mengikuti segala kejadian yang ada di kota ini.

-          Hauzah Ilmiah terbesar dunia ada di Qom, Haram Sayidah Ma’sumah, masjid Jamkaran dan keberadaan makam suci Imam zadeh yang lain menjadikan Qom sebagai pusat tempat berziarah maknawi.

-          Pada zaman kekuasaan rezim Qom sedikit mengalami ketertinggalan, ketertinggalan ini harus segera diperbaiki secepatnya dari tahun 2000 sampai sekarang dimana saat itu Qom sudah menjadi pusat kota sudah memiliki banyak penghargaan dan seperti yang dilaporkan ke saya, sejak 2005 hutang terbesar negara adalah dari Qom. Pekerjaan ini harusdiselesaikan.

-          Air murni dari sumber air yang ada harus dialirkan secepatnya ke Kota Qom yang memiliki air tanah bergaram, karena ini adalah kebutuhan utama kota Qom. Begitu juga untuk irigasi pertanian, proyek saluran air yang akan didatangkan dari Teheran harus segera dituntaskan, pabrik kerajinan tangan Qom seperti pembuatan permadani harus diberikan perhatian, peninggalan revolusi harus diplihara, dan jika para petugas dalam suatu hal ada perselisihan jangan sampai masyarakat terkena getahnya.

Selain masyarakat yang sejak pagi buta sudah datang membanjiri areal Haram Sayyidah Fatimah Maksumah untuk menyambut kedatangan Rahbar, para ulama besar seperti Ayatullah misbah Yazdi, Ayatullah Ustadi, Ayatullah Mas’ud Khomaini, Ayatullah Shah Abadi, Ayatullah MuqtadaiPimpinan hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah Mamduhi, Ayatullah Namazi, Hujjatul Islam wal Muslimin Dari Najaf Abadi, Hujjatul Islam wal Muslimin Khatami, Hujjatul Islam wal Muslimin Hadwi Tehrani, HujjatulIslam wal Muslimin Husaini Bu Shahri, perwakilan rumah Marji taqlid, sebagian anggota pengajar Hauzah Ilmiah Qom, Anggota Majlis Huzah Ilmiah, Kepala Daerah Qom, dan ketua Majlis Permusyawaratan Rakyat Iran Larijani juga hadir pada kesempatan ini.